saya.
yang
di manapun saya berada, disana ada hujatan.
hah
pasti kalian lelah dengar semua cerita hidup saya mengenai hujatan. saya
sendiri pun sudah tak punya keberanian untuk cerita tentang hal ini ke sahabat
saya.
saya
takut dia bosan. saya takut dia pergi.
saya
lelah. saya selalu berusaha yang terbaik.
saya
kasihan dengan diri ini. dengan hati ini. salah apa mereka. kalau kalian mau
hujat, silahkan. tapi bisa saya minta tolong?
tolong
jangan lukai satu pun bagian dalam diri saya. terutama hati.
karena
saya hidup dengan hati. saya sampai ke titik ini bukan karena saya kuat, tapi
karena hati ini menemani. kalau hati ini pun sudah menyerah, siapa lagi penguat
diri ini?
sebenarnya
bukan tawa yang ingin dikeluarkan wajah saya. tapi hati saya berbicara itu cara
terbaik. hati ini selalu mengorbankan diri untuk disakiti. padahal bisa saja
mata saya yang sakit karena air mata.
namun dia tidak mau mata ini sakit. cukup dia. hati saya.
semakin
tumbuh, saya semakin merasa hidup saya tidak semakin membaik. usaha yang saya
kerjakan selalu kasat bagi orang lain. bukan orang lain sebenarnya. tapi
orang-orang terdekat saya.
keluarga.
sahabat.
teman.
mungkin
bila keluarga saya memiliki daftar kerabat terbodoh, saya ada di daftar nomor
satu.
mungkin
bila sahabat saya memiliki daftar sahabat yang tidak berguna, saya ada di
daftar teratas.
mungkin
bila teman saya memiliki daftar orang yang mudah dimanfaatkan, saya lah
satu-satunya didaftar itu.
seberapa
keras pun bibir ini berteriak saya ingin berubah, tapi lingkungan mengatakan
kalau ini lah jati diri saya. saya yang
bodoh, tidak berguna, mudah dimanfaatkan.
inilah
saya.
Tidak ada komentar:
Posting Komentar