in do ne si a

mungkin menurut kalian saya terlalu nasionalis.

atau terlalu berpikir lurus.

namun dengan kejujuran, saya benar-benar ingin mengubah negeri ini. 

bukan, bukan menjadi seperti negeri yang saya inginkan, tetapi lebih tepatnya seperti negeri yang semua rakyat ini harapkan.

saya sedih. ketika teman-teman saya, generasi muda ini, menolak dengan mentah untuk mengubah negeri ini. bukan karena mereka ingin melupakan indonesia. bukan karena mereka benci indonesia. hanya karena mereka takut.

iya, takut.

takut akan pemerintahan yang penuh dengan politik kotor. politik yang bercabang, tidak ada satu tujuan.

iya memang politik di tanah ini terlihat untuk kemakmuran perseorangan. terlalu sedih melihat kenyataan ini. 

keluarga saya berada di bidang politik dan saya tahu pasti apa itu politik indonesia. terlalu keji. terlalu jahat. politik ini seakan merobek hati nurani semua pihak yang terlibat dan mendoktrin untuk tidak melihat ke bawah. melihat kepada kenyataan yang menyedihkan di negri ini.

namun... 

sebelum saya mengembuskan nafas terakhir, saya ingin melihat indonesia berada pada posisi yang lebih baik. bukan, bukan hanya lebih baik. namun menjadi negara yang bangga dengan negaranya. bukan bangga karena di puji negara lain atau bangga karena banyak remajanya yang kuliah di luar negri atau bangga karena banyak manusianya yang dapat berbagai bahasa.

saya hanya ingin indonesia bangga dengan bahasanya, dengan alamnya, dengan pendidikannya, dan dengan sejarahnya.

sejarah indonesia adalah cerita paling indah yang pernah saya baca dari berbagai cerita di buku-buku manapun.

sejarah indonesia itu cantik. 

saya hanya tidak ingin di puluhan tahun mendatang, para pelajar akan mempelajari sejarah yang semakin memburuk. saya ingin pelajar nanti merasakan keindahan yang saya rasakan ketika mempelajari sejarah.

begitu mempesna sejarah indonesia. dengan segala pehlawan yang bahkan mereka tidak tahu bahwa sekarang berjuta-juta orang mengenal dia.

semoga niat ini dapat terus berada di hati saya.