takut

mimpi. mimpi. mimpi. musnah.


semesta ini memang tempat yang indah untuk bermimpi
sangat indah
sampai rasa takut menghampiri
takut kalau-kalau mimpi itu menjadi kenyataan
lalu tidak ada lagi yang dapat diimpikan


namun, takutku lain
aku lebih takut pada kenyataan
saat mimpi itu tidak menjadi nyata
dan aku takut untuk bermimpi lagi


dan aku lebih takut lagi,
bila takutku akan mimpi menjadi nyata
dan tetap membiarkan mimpi itu menjadi mimpi
untuk selamanya
bahkan ketika dunia memberi jalan pintas untuk menjadikannya nyata
aku tetap menolak
karena aku takut.

kamu?



mencintaimu seperti tergelatak di kubangan lumpur.

awalnya,
semua terasa menyenangkan, untuk bersenda gurau, saling melempar tawa, melupakan kepenatan, hingga tidak peduli oleh kotornya pakaian.

namun,
setelah itu semua aku tahu, lambat laun, mau tidak mau, siap tidak siap, aku harus pergi dan membersihkan diri, aku akan menerima amarah karena bermain-mian di sana, dan aku tidak akan boleh pergi ke sana lagi.

begitulah kamu

seperti sebuah kesenangan, namun menyimpan segala ketidaknyamanan.

aku akan terus mengingat bahagianya namun aku tidak bisa merasakan bahagia itu lagi.

cukup sekali.

mungkin dua, bila tidak ada yang melihat.