kamu?



mencintaimu seperti tergelatak di kubangan lumpur.

awalnya,
semua terasa menyenangkan, untuk bersenda gurau, saling melempar tawa, melupakan kepenatan, hingga tidak peduli oleh kotornya pakaian.

namun,
setelah itu semua aku tahu, lambat laun, mau tidak mau, siap tidak siap, aku harus pergi dan membersihkan diri, aku akan menerima amarah karena bermain-mian di sana, dan aku tidak akan boleh pergi ke sana lagi.

begitulah kamu

seperti sebuah kesenangan, namun menyimpan segala ketidaknyamanan.

aku akan terus mengingat bahagianya namun aku tidak bisa merasakan bahagia itu lagi.

cukup sekali.

mungkin dua, bila tidak ada yang melihat.

Tidak ada komentar:

Posting Komentar