pemeran kedua




ya. gue sekarang di sini.
di tengah sekumpulan orang, di tengah segala cerita, di tengah keramaian.
dan gue di sini.
merasa sepi.

bukan. bukan sepi. merasa sendiri tepatnya.

entah kenapa.

padahal anggapan semua orang untuk seorang gue adalah

"lo mah temennya banyak"
"ih pasti lo ikut acara angkatan, temen lo kan banyak"
"lo undang siapa aja, pasti rame kan temen lo banyak"

iya gue paham, gue memang memiliki sekumpulan teman. yang mungkin bisa kalian simpulkan kalau itu tergolong banyak.

tapi kenapa

setiap gue sedih

gue memilih sendiri

kalian bisa salahkan gue. kalian akan berpikir bahwa gue yang bodoh di sini. gue saja yang memang gamau menghubungi mereka.

namun

ketika kalian sedih apa kalian akan membaik ketika melihat orang lain tidak peduli? bahkan ketika kau sudah cerita semuanya. dan mereka masih tidak peduli.

tenang, teman-teman gue ga sejahat yang mungkin kalian pikir tentang ga peduli.

tapi.. gue paham. gue paham kalau mereka memang ga peduli. mereka hanya ingin tahu dan..

sudah.

besok atau lusa mereka akan lupa dengan masalah gue dan pada akhirnya gue akan sendiri.

daripada membuang waktu

lebih baik dari awal sendiri, iya kan?

gue merasa hidup seperti pemeran kedua di hidup gue sendiri. menjadi seorang yang pada awalnya memang tidak diperhatikan. menjadi seorang yang seakan tidak memiliki masalah. padahal hanya tidak terekam kamera. mungkin ada masanya gue dilihat, namun ketika pemeran utama kembali. gue seakan tidak pernah ada. dan semua ini akan berakhir bahagia. namun bukan gue di sana. tapi sang pemeran utama. dan gue hanya akan di ingat sebagai "si pemeran kedua".

Tidak ada komentar:

Posting Komentar